Slide # 1

Slide # 2

Slide # 3

Slide # 4

Slide # 5

Slide # 6

Selasa, 23 Februari 2016

Sudah Ada Penerbangan Phuket-Langkawi-Sabang-Banda Aceh


Pembukaan jalur laut dan udara antara Aceh, Malaysia, dan Thailand, menjadi isu sentral dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-26 Asean yang berlangsung di Kuala Lumpur, Senin (27/4), maupun dalam Pertemuan Ke-9 lndonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (lMT-GT) di Langkawi, Keudah, Malaysia, Selasa (28/4).

Konkretnya, para delegasi tiga negara yang tergabung dalam IMT-GT itu menyepakati akan dibuka khusus jalur penerbangan Phuket-Langkawi-Sabang-Banda Aceh yang diupayakan segera terealisasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Langkawi Convention itu juga digagas maritime connectivity (hubungan laut) antara Ranong-Phuket-Sabang/Malahayati, Aceh Besar dan Krueng Geukueh-Penang/Port Klang. Diawali dengan dibukanya jalur regular pelayaran dari Krueng Geukueh, Aceh Utara-Port Klang serta merangsang singgahnya kapal-kapal pesiar di Sabang, Phuket, Langkawi, dan Penang, maupun hubungan Marina Yatch Sabang-Phuket.

Sejalan dengan itu, juga dibahas wacana untuk membuka jalur kapal feri melalui Krueng Geukueh-Penang, kapal kargo dari Krueng Geukueh ke Penang, dan kemungkinan berlabuhnya kapal-kapal pesiar secara rutin pada pelabuhan di jalur Sabang-Phuket-Langkawi-Penang.
Selain itu, even tahunan Sabang International Marine Festival yang dijadwalkan pada Desember 2015 disepakati untuk dimasukkan ke dalam kalender kerja sama IMT-GT guna menunjang potensi investasi di bidang pariwisata Sabang. “Festival ini digagas oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dan akan dimulai Oktober tahun ini sebagai even pariwisata tahunan andalan Aceh,” kata Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah yang menghubungi Serambi dari Langkawi, Malaysia, Selasa sore kemarin.

Dari Aceh, Gubernur Zaini hadir dalam forum itu didampingi Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ir Iskandar MSc dan Kepala Bidang Promosi Bainprom Aceh, Ir Netty Muharni MURP.
Di level kepala negara, KTT IMT-GT itu dihadiri Perdana Menteri Malaysia, Yang Amat Berhormat Dato’ Sri Mohd Najib Tun Razak, Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-Ocha, dan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Sedangkan saat KTT Ke-26 Asean berlangsung di Kuala Lumpur, dari Indonesia hadir Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri terkait.
Menurut Gubernur Zaini, beberapa program prioritas lainnya yang dibahas dalam KTT Asean itu adalah pembangunan jalan tol trans-Sumatera Bakauheni-Banda Aceh, pengembangan beberapa pelabuhan di Sumatera, termasuk Aceh, transmisi listrik Riau-Malaka, serta beberapa proyek kerja sama penting lainnya di bidang infrastruktur, agroindustri, pariwisata, sumber daya manusia, dan halal product.

Sedangkan dalam kerja sama IMT-GT, ada dua inisiasi dari Pemerintah Aceh yang dikemukakan, yakni peningkatan dan pengembangan konektivitas jalur laut dan udara (air connectivity and maritime connectivity) antara Aceh, Malaysia, dan Thailand.
Dalam hal jalur udara, kata Zaini Abdullah, Pemerintah Aceh sudah mengupayakan dan terus berusaha mewujudkan pembukaan jalur penerbangan baru dari Phuket-Langkawi-Sabang-Banda Aceh. Sejauh ini, sudah ada kemajuan dengan adanya penerbangan langsung Banda Aceh-Penang dengan Firefly, penerbangan langsung Banda Aceh-Kuala Lumpur dengan AirAsia, connecting flight dari Medan-ke Sabang, dan sedang dibahas pula rencana pembukaan jalur udara Sabang-Penang.
Untuk mewujudkan hubungan udara lebih lanjut, kata Gubernur Zaini, perlu pembahasan agar Bandara Internasional Sabang dimasukkan dalam destinasi rute penerbangan internasional kerja sama IMT-GT. Juga diperlukan keterlibatan lebih lanjut dari pihak penerbangan untuk menambah jalur penerbangan, melibatkan biro perjalanan, hotel, dan kerja sama dengan para pelaku wisata. “Kita berharap banyak, dunia usaha dari tiga negara ini ikut terlibat,” kata Gubernur Zaini.

Di samping dua inisiatif baru tersebut, juga terdapat banyak potensi kerja sama investasi pada sektor agroindustri. Di antaranya investasi pada kebun sawit oleh Nafasindo, perusahaan Malaysia di Singkil, perdagangan organic horticulture dari Aceh ke Malaysia via Krueng Geukueh, serta pendirian agrobazar Malaysia di Banda Aceh yang sedang dalam proses pengurusan izin.
Gubernur Zaini optimis, dengan besarnya dukungan untuk peningkatan konektivitas laut dan udara Aceh dengan daerah sekitarnya, akan berdampak besar terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Aceh. Kepala Bainprom Aceh, Iskandar berharap semoga pertemuan IMT-GT ke-9 ini dapat meningkatkan hubungan antarnegara, kerja sama Aceh dengan Malaysia dan Thailand, mendorong kerja sama antarpengusaha lokal dengan Malaysia dan Thailand, serta untuk memberdayakan SDM karena pada dasarnya tujuan IM-TGT itu adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di tiga negara anggota.

Artikel yang sama terbit di Serambi Indonesia:
http://aceh.tribunnews.com/2015/04/29/akan-ada-penerbangan-phuket-langkawi-sabang-banda-aceh?page=3

0 komentar:

Posting Komentar